Pulau Karimun Jawa – ‘krumun-krumun saka Jawa’ dengan sejuta pesona

Tunggu-tunggu, sebelum ane mau nge-posting banyak hal tentang Indonesia, saya akan berkisah mulai dari ranah Jawa lagi deh, karena saya ini orang Jowo, orang tua saya tinggal di Jowo, embah saya ,buyut saya iki wong Jowo kabeh jadi saya akan banggakan tempat-tempat Indah di Jawa. yup, mulai dari ranah saya sendiri,Jawa Tengah. Kalau kota-kota besar yang terkenal pasti udah gak asing lagi buat dinikmati kayak Semarang the little Netherland,Yogyakarta the romantic city, Solo the spirit of Java.Nah, yang satu ini must visit banget kawann. Yang satu ini Paradise-nya Jawa Tengah. Tebak apa cobaa? Pulau Karimun Jawa yang menyediakan keelokannya bagi siapa saja yang berkunjung kesana. Saya juga mau banget tuh kesana, cuman satu jawaban saya, nunggu libur,saya lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan kelulusan sekolah#eaaa. Pengen tau gimana ajibnya pulau yang satu ini? Penasaran kenapa disebut Pulau Karimun Jawa? Pada makna harfiah Jowo-nya Karimun dari kata’krumun-krumun’ yang arti Indonesianya samar-samar,kalo di gabungin berarti Pulau yang letaknya samar-samar dari pulau Jawa.

 Begitulah,Pulau Karimunjawa yang merupakan bagian dari Propinsi Jawa Tengah tertelak  80km di utara Semarang.Kalau dari sebelah barat kota Jepara Karimunjawa 45 mil.Wilayah yang terdiri dari 27 pulau ini menawarkan keindahan alami yang belum terjamah,wilayah ini dihuni oleh keturunan dan pengikut Sunan Nyamplungan-putra dari Sunan Muria,salah seorang wali penyebar agama islam di Jawa.Kebanyakan pulau disini tersusun atas hutan mangrove,sebagian besar pulaunya dikelilingi oleh pantai-pantai berpasir putih.Anda bisa menemukan penyu bertelur di beberapa wilayah. Langsung saja, kita ubek-ubek yuk Pulau ini biar ikannya pada mabok.

Image

Jangan takut mahal kalau traveling tuh, kalau di perjalanan kita hoki,kan who knows?.Oke, Start dari Transportasi laut yang ada berangkat dari Pelabuhan Kartini Jepara dengan menggunakan KM. Muria 2 kali seminggu atau berangkat dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dengan kapal cepat Kartini setiap hari Sabtu dan Senin.,untuk info yang sekarang naik Kapal Motor Cepat Kartini Rp.135.000,untuk Kapal Muria Rp.80.000 bagi turis lokal. Nahlo, milih yang mana? Mending jadi orang yang punya rumah di karimunjawa lah!.hehehe.Kalau mau naik pesawat dapat ditempuh dari Bandara A. Yani Semarang menuju Bandara Dewadaru di P. Kemujan dengan pesawat carteran.ribet juga yah? Jarak tempuh kesono hampir dua jam-an lah.Tambahan dari blog samping, Untuk nomor telepon agen penjual tiket Kapal Ekspres Bahari yang di Karimun Jawa (kalau Bapak Novera adalah yang di Pelabuhan Kartini Jepara) adalah 0291-592999 / 598488, atau HP 0821445 77777 (maaf kami lupa nanya nama petugas kantor agen penjualnya).*gubrak deh!

Image

“Sesampainya di laut, ku kabarkan semuanya,kepada karang kepada ombak    kepada matahari..tetapi semua diam, tetapi semua bisu…la..la..la”

Tiba-tiba jadi kelintas lagu itu sih. Hadoh, gara-gara tiap pergi bareng keluarga, di tape mobil diputer lagu ini,ini lagi.beuhh.. Yak, sampai di garda selamat datang*wilujeng sumbing di Pulau Karimun Jawa yang aernya bening kayak mata bidadari itu, langsung caw ke penginapan dan yang paling penting yang menawarkan jasa kegiatan seputar disana,kaya snorkling,nyelem(eh sama aja itu mah), foto bareng ikan yang unyu-unyu, dan dari hasil search saya, ada temen blog samping nge-posting begini” kami menelpon beberapa penginapan yang sudah ada informasinya di internet. Semuanya penuh. Hanya tersisa 1-2 kamar, sementara kami membutuhkan sekitar 5 kamar. Akhirnya, kami pun harus kembali berjalan kaki mencari penginapan. Syukurnya, perjalanan terhitung lancar, karena pada pemberhentian ke-3, kami sudah mendapatkan penginapan dengan jumlah kamar yang cukup untuk kami semua. Namanya Pelangi Homestay, tempatnya masih baru, Pak Tajab adalah nama pemiliknya. Rumahnya tergolong bersih, yah namanya juga masih baru, dan Pak Tajab sepertinya baru juga di dunia homestay ini  karena tidak satu pun dari kami yang Ia mintai KTP atau bukti identitas apapun. Untuk kamar ber-AC dibanderol oleh Pak Tajab Rp 225,000/malam, sementara yang hanya ber-kipas angin dibanderol Rp 125,000/malam. Harga sudah termasuk sarapan pagi, kopi, teh, dan gula yang bisa kita konsumsi kapan saja. Oya, ada yang menarik, Karimun Jawa masih mengalami keterbatasan listrik. Sambungan listrik hanya tersedia di malam hari, karena Pak Tajab menggunakan genset pribadinya.  Jadi, tidak bisa charge handphone, laptop, atau menghidupkan AC di siang hari. Tidak apalah, toh kami juga tidak akan berada di penginapan di kala siang.” Lumayan kan? Iyalah, daripada lumanyun.. ada CP-nya pulaa nih gue kasih..hup! dapet gaa? Untuk nomor telepon Pak Tajab pemilik Pelangi Homestay: 0813 2798 2922. Nah, lumayan ada bayangan lah. Ya gaa?

Image

Disana masih banyak kok paket tour yang lainnya yang nawarin trip-trip jalan-jalan mengelilingi pulau Karimun Jawa yang aduhai itu, kalau bisa cari yang Promo. Jadi keinget kata temen aku yang ‘super glamours’ itu, jadi cewek ya harus ‘modis’(modal diskon)#plakk. Bisa lah,nge-ting-ting in abang-abang yang punya paket tour-nya, itu jurus terakhir,jurus Kecantikan!khusus buat cewek lho yaa. Kalo cowok ikut-ikutan pake jurus ini, kebayang deh, abang-abangnya langsung ‘nyebur’ pantai kali yaa. Okesip lah, ini nice trip buat kamu dan juga saya sendiri. Sampai jumpa di pulau Karimunjawa yang sesungguhnya,bukan hanya sekedar di tulisan doang. Iya gak?:D. Dan yang pasti yang saya incar adalah melihat surga di bawah air. See ya!Image

Categories: Uncategorized | Leave a comment

[Part of me] Mimpi Keliling Indonesia

Hal yang sama saya alami untuk rencana liburan bahagia saya mengunjungi rumah teman-teman saya yang berada di seluruh Indonesia. Saking semangatnya, saya membuat peta perjalanan khusus saya sendiri, kaya di bukunya mba Luthfi Retno yang judulnya’Para pemuja matahari’  yang kisahnya tentang anak cewek yang bosan diengan kehidupannya yang diatur-atur sama mamahnya sejak kecil,(kasian banget tuh bocah,kayak siti nurbaya.ckck)Dan akhirnya dia memutuskan untuk berkelana(wah kayak saya) keliling Jawa!(widiih,kapan kesempatan buat saya ya?) mulai dari aksinya dia potong rambut karna biar disangka cowok dan biar gak di macem-macemin lantaran dia berkelana sendirian(bagus-bagus nekatnya perlu di acungi jempol kaki,tangan tambah jempol nenek saya deh!) akhirnya dia bisa melewati segala aral rintang dan kebahagiaan yang ada pada perjalanan, mulai dari daerah barat Jawa(bacanya:dibalik lebih oke) naik gunung Salak yang tempat pesawat Sukhoi jatuh ‘gedubrak’ disana konon disitu banyak penghuni dan kisah mistis lainnya, terus ke kampung Baduy dalem,mau iklan bentar yah.. ngomong-ngomong kemaren temen aku ada yang nawarin mau ngajakin ke kampung Baduy dalem di Banten, biar gak sama-sama penasaran saya akan kasih trip jalan dan seputar Baduy dalem,tapi nanti..setelah yang satu ini*jadi iklan beneran.Kembali ke Laptop!, Nah, si pelaku utama yang disebutin di buku itu namanya Naia, dia nyamar nama jadi Nanang(kayak nama tukang baso aja,bagusan dikit kek Noval,Nikcy atau siapalah gitu ya?)hehe,peduli amat lah,yang dilihat disini sudut pandang bagaimana klimaks sukses perjalanan penulis tersebut,sampai pada tulisannya dikatakan setelah dia bisa sampai ke tempat tujuannya antara lain Karimun Jawa,kawah Ijen,dan lainnya dia memberikan satu bintang pada buku catatannya.Nah, itu salah satu inspirasi saya untuk kedepannnya, gak cuman bintang nanti yang saya tempel,bulan,planet, matahari saya akan tempel pada buku perjalanan saya*ngawur tenan.haha. Setelah postingan yang ini saya ingin lebih banyak tahu lagi tentang daerah-daerah yang saya ingin kunjungi, dan penasaran banget seperti apakah kebudayaan yang bisa langsung saya nikmati di retina saya sendiri.Ataukah sebagus yang biasa ditulis buku-buku travel yang sering saya baca? Ataukah ada cacat-cacatnya seperti di buku-buku travel yang saya baca juga.loh? Yang pasti saya ingin saya sendiri yang akan membuktikannya. Someday. Dan untuk sekarang,bolehlah kita sedikit mengulas beribu-ribu kekayaan Indonesia yang kata seorang Trinity(backpacker yang saya gemari udah keliling dunia)”Bagi saya, Indonesia yang terbaik”.widiihh..Dalem.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Pulau Lengkuas,Bangka Belitung-Paradise of East Sumatra,yang namanya mirip bumbu dapur.

Masih seputar postingan saya sebelumnya, dari foto-foto teman-teman saya yang dikirim untuk saya rasanya masih ada yang kurang, kebanyakan malah foto-foto mereka sendiri yang posenya baris ngaku-ngakunya kayak’snsd’.huueek, Karena penyesalan saya, saya tidak stop sampai disitu, saya akan browsing tentang Bangka belitung, supaya nanti jika saya akan berkunjung*pasti saya bisa lebih udah ready sama lingkungan disana.Semoga ini juga ada manfaatnya buat kalian semua.Let’s check it out!:D

Image

Mulai dari Mercusuar yang ditawarkan temanku itu ternyata keberadaannya di Pulau Lengkuas. namanya kok mirip taneman bumbu dapur yang biasa ibu nyuruh aku beli di warung sebelah ya. Lengkuas itu temennya Jahe bukan?eaa, ngejayus mulu kapan share-nya nih? Yaudah,yaudah,nyante aja sih. yang ga jadi pergi ke Bangka aja sekarang nyantai.huhuhu*nangis dibawah shower.

Lengkuas adalah pulau kecil, terletak di arah Utara desa Tanjung Binga. Luas totalnya kurang dari satu hektar. Di seputar pulau ada banyak pulau batu-batu granit yang bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki melintasi laut yang dangkal dengan kedalaman kurang dari 1.2m. Struktur batu-batu granitnya juga unik dan berbeda dengan tempat-tempat lain dengan kombinasi pantai yang berpasir putih dan pepohonan. Air lautnya benar-benar jernih, anda bisa dengan jelas melihat ke dasar laut termasuk ikan-ikan yang berenang didalamnya. Ini adalah tempat yang menyenangkan untuk bermain di air laut atau snorkling.Image

Mahkota dari pulau Lengkuas sebenarnya adalah sebuah mercusuar tua, dibangun oleh Belanda sejak tahun 1882. Kami tidak memiliki informasi tentang tinggi dari bagunan ini, perkiraan kami kurang lebih sama dengan bangunan 12 lantai. Kurang lebih 50m. Setiap pengunjung bisa dengan bebas naik menuju puncak mercusuar. Ini akan sedikit sulit karena memerlukan tenaga ekstra, tapi jangan khawatir tindakan anda tidak akan sia-sia. Pemandangan dari puncak mercusuar Lengkuas begitu indah untuk hanya diceritakan. Benar-benar indah, 360 derajat keliling pulau dan sekitarnya. Jika anda naik kesana, jangan lupa membawa kamera, biarkan karya foto anda menceritakan keindahannya.

Image

Hanya ada 3 orang yang tinggal di Lengkuas. Mereka adalah operator dari Mercusuar. Mereka sangat ramah kepada setiap pengunjung. Perlu diketahui, persediaan air sangat terbatas di pulau ini, meskipun ada tersedia toilet, mohon gunakan air secara bijaksana. Tempat ini terasa sangat releks, angin yang bertiup terasa segar sekali, anda bisa berjemur dan beristirahat di atas pasir putih yang mengelilingi pulau di bawah lindungan pohon-pohon kelapa.

CARANYA GAMPANG BISA KESANA.

Lengkuas bisa dicapai dengan menyewa perahu dari Tanjung Binga. Harga sewa kira-kira Rp 350 ribu untuk sekali perjalanan yang biasanya menghabiskan waktu setengah hari. Lama perjalanan dari pantai di Belitung ke Lengkuas hanya kira-kira 30-45 menit. Perahu sewaan tersebut bisa membawa 30-40 orang dan ini adalah perahu nelayan yang biasanya digunakan untuk mencari ikan pada malam hari. Perahu ini cukup unik, dimana terdapat rangka di kedua sisi perahu yang membuat perahu ini menjadi stabil meskipun berlayar di ombak yang cukup besar.

Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Lengkuas adalah bulan Maret – November. Selama masa ini ombak laut cendrung lebih tenang, sehingga anda bisa menikmati perjalanan dengan perahu, snorkling dan berenang di perairan yang jernih seperti terlihat dari foto-fotonya. Selama masa Desember – Januari, ombak mungkin lebih besar dari biasanya, dan kadangkala hujan sepanjang hari.

Image

Diantara pulau Lengkuas dan pelabuhan nelayan di tanjung Binga terdapat pulau yang lain yang dinamakan pulau Burung. Dalam perjalanan ke Lengkuas anda akan melewati pulau ini. Pulau ini sedikit lebih besar daripada Lengkuas, dengan pasir putih di sisi Selatan dan bebatuan granit di sisi Utara. Pengunjung biasanya berhenti sejenak di pulau Burung dalam perjalanan pulang dari Lengkuas ke Tanjung Binga. Objek paling menarik dari pulau Burung adalah batu granit yang berbentuk seperti burung yang terdapat di pantai pulau tersebut, karena itu pula mungkin pulau ini dinamakan pulau Burung.

Nah, Babel (baca:singakatan) ini salah satu must go to there untuk para traveler atau backpacker atau yang suka memanjakan matanya dengan surga dunia. eit, tapi jangan lupa juga, diatas sana ada Pencipta surga yang Luar biasaa, kalau saya sekarang bisa jalan-jalan ke surga dunia. pengen rasanya nanti jalan-jalan ke surga Firdaus sama Adn yang di janjikan di Al-qur’an. Bareng-bareng ngomong Amiiiinnnnn…:D

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Batal ke Bangka Belitung feel so blues.

Image

“Ayo de, liburan nanti main ke rumahku yok,nanti aku ajak ke pantainya,jalan-jalan liat pemandangannya yang masih natural banget,terus ke mercusuar yang ada disana de”. Masih kebayang terus sampai sekarang ajakan teman imutku yang berkacamata asal dari Bangka Belitung ini mengajakku singgah di istananya, sebenernya gak mau menolak,bagaimana bisa menolak? Rasanya kayak di undang sama orang besar gitu. Rasanya kayak ketiban duren montong.Maklum, babehnya ternyata adalah bupati Bangka belitung! Langsung saya ‘kicep’, lha wong saya ini wong ndeso takut dibilang tambah ndeso kalau kerumah pak Bupati.hihihi,Saya berfikir seribu kali, bukan karena perhitungan finansial, jelas kalau tanggungan hidup pasti saya dan teman-teman yang mau berkunjung akan diberi jaminan hidup sehat wal afiat oleh keluarga pak Zuhri, apalagi mengingat Bangka belitung itu salah satu Paradise of East Sumatra, Indonesia,aduhaii.. tapi apa yang saya lakukan waktu itu? Saya menolak dengan alasan belum minta izin orang tua yang keberadaan orang tua saya waktu itu sedang berada di tanah suci, sedangkan untuk biaya pesawat terbang meluncur kesana kena 500ribu rupiah dapet Sriwijaya Air yang gagah itu,dengan pulang berarti ngocek 1juta rupiah. Sebenarnya saya punya simpenan uang yang bisa saya pakai terlebih dahulu,disamping itu liburan nanti saya ada janji untuk menemani ‘bocah-bocah’(baca:teman-teman saya) jalan menelusuri ibukota berkunjung ke embassy jepang.Gara-gara kelamaan mikirnya sampai dia nampaknya’bulukan’ menanti jawaban saya. Aahh, sudahlah, nasi telah jadi ‘bubur benyek’,temanku yang lainnya yang akhirnya positif berangkat ke Babel(Bangka belitung) dengan gembiranya mereka mengirimi saya foto-foto keadaan disana lewat whatsapp .Gosh! Betapaa bangka itu memang mempesonaa, irinya hatiku sampai saat ini. Untuk kesekian kalinya aku hanya bisa meratapi sambil ‘ngelus-ngelus’ hape berulang kali”Allahummasolii..”.Suatu saat aku akan berangkat kesana!Tunggu aku Babel”. “Aku tunggu kamu disini de” kata Izzati,anak dari pak Zuhri sendiri.Sip!:D*sambil nyengir lebar ngacung jempol.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

(nice trip go to Lawu)Jangan merasa keren berhasil nakhlukin Gunung Lawu.

(nice trip go to Lawu)Jangan merasa keren berhasil nakhlukin Gunung Lawu.

(ngintip lagi dari post mas Indra yang keren abis dah!)

yang paling saya ambil garis bawah ada orang yang udah berpengalaman kesana terus komen gini “saya itu suka minder kalo ke gunung lawu. gimana nggak. nyampai hargodumilah(puncak gunung Lawu) bagi saya adalah kebanggaan tersendiri. nggak taunya di situ udah ada yang jualan bakso, ibu-ibu pula. pake kain kebaya pula.” hahaha. jujur, saya jadi ‘peeng’ banget kesana,pengen nge-wawancarai mbok-mbok penjual disana. ciyus dah..

Gunung Lawu tidak hanya populer di kalangan para penggiat alam bebas, tapi juga tempat sakral bagi para peziarah atau penganut ilmu-ilmu kejawen. Gunung yang memiliki ketinggian 3.265 mdpl ini sangat ramai dikunjungi setiap minggu nya, bahkan setiap tanggal 1 Suro [kalender jawa], para peziarah yang naik gunung Lawu bisa mencapai ribuan orang, dan menyebabkan antrian manusia sampai berkilo-kilo meter di jalan setapak yang tidak terlalu lebar.

Akses Transportasi menuju Gunung Lawu

dari Malang

Malang – Solo [Kereta Ekonomi / Matarmaja Rp 28.000]
Solo – Tawangmangu [Bus Rp 6.000]
Tawangmangu – Cemoro Kandang / Cemoro Sewu [Rp 7.000]

Belakangan ini untuk naik Matarmaja kita harus sudah memesan tiket setidaknya seminggu sebelum keberangkatan. jika memang tidak memungkin kan naik kereta, bisa kita ganti dengan Bus

Malang – Surabaya [Bus Ekonomi Rp 10.000]
Surabaya – Solo [Bus AC Ekonomi Rp 30.000]

Trek jalan kaki di mulai dari Basecamp Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu.

Keterangan :

Basecamp Cemoro Kandang [Jawa Tengah] dan Basecamp Cemoro Sewu [Jawa Timur] berjarak sekitar 400 meter
Cemoro Sewu memiliki rute yang lebih pendek dibandingkan Cemoro Kandang, karena itu biasanya pendaki memilih naik lewat Cemoro Sewu lalu turun di jalur Cemoro Kandang
Ada satu jalur lagi lewat Candi Cetho [Karanganyar, Tawangmangu]. jalur Cetho memiliki rute panjang dan berliku, tapi juga menyajikan pemandangan yang lebih indah dibandingkan 2 jalur lainnya..
Jika lewat Cemoro Sewu, hampir di tiap pos terdapat warung, yang paling populer adalah Warung Mbok Yem.. berjarak sekitar 15-20 menit dari puncak
Puncak gunung Lawu disebut Hargo Dumilah, berada di ketinggian 3.365 meter di atas permukaan laut

di Tawangmangu juga banyak tempat wisata menarik untuk di kunjungi, seperti Air Terjun Grojogan Sewu, Candi Cetho, Candi Sukuh, dll.

NB: kalau hendak mendaki gunung lawu lewat jalur Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu sebaiknya tidak membawa beban yang terlalu berat, cukup Sleeping Bag, Headlamp, kotak P3K, Air minum 500 ml [untuk perjalanan], dan Uang!!, di sana banyak warung kawan, tak usah lah kau repot2 bawa logistik berat. hehehe 🙂

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Cerita dari puncak Mahameru

Cerita dari puncak Mahameru

Hok Gie dan Mahameru adalah dua legenda Indonesia, sedangkan hubungan antara keduanya?
Soe Hok Gie wafat di Mahameru saat melakukan pendakian pada 18 Desember 1969 karena menghirup asap beracun gunung tersebut. Soe Hok Gie dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942. Dia adalah sosok aktifis yang sangat aktif pada masanya. Sebuah karya catatan hariannya yang berjudul Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran setebal 494 halaman oleh LP3ES diterbitkan pada tahun 1983. Soe Hok Gie tercatat sebagai mahasiswa Universitas Indonesia dan juga merupakan salah satu pendiri Mapala UI yang salah satu kegiatan terpenting dalam organisasi pecinta alam tersebut adalah mendaki gunung. Gie juga tercatat menjadi pemimpin Mapala UI untuk misi pendakian Gunung Slamet, 3.442m. Kemudian pada 16 Desember 1969, Gie bersama Mapala UI berencana melakukan misi pendakian ke Gunung Mahameru (Semeru) yang mempunyai ketinggian 3.676m. Banyak sekali rekan-rekannya yang menanyakan kenapa ingin melakukan misi tersebut. Gie pun menjelaskan kepada rekan-rekannya tesebut : “Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”
Sebelum berangkat, Gie sepertinya mempunyai firasat tentang dirinya dan karena itu dia menuliskan catatannya :
“Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.”
Dari beberapa catatan kecil serta dokumentasi yang ada, termasuk buku harian Gie yang sudah diterbitkan, Catatan Seorang Demonstran (CSD) (LP3ES, 1983), berikut beberapa kisah yang mewarnai tragedi tersebut yang saya kutip dari Intisari :
Suasana sore hari bergerimis hujan dan kabut tebal, tanggal 16 Desember 1969 di G. Semeru. Seusai berdoa dan menyaksikan letupan Kawah Jonggringseloko di Puncak Mahameru (puncaknya G. Semeru) serta semburan uap hitam yang mengembus membentuk tiang awan, beberapa anggota tim terseok-seok gontai menuruni dataran terbuka penuh pasir bebatuan, mereka menutup hidung, mencegah bau belerang yang makin menusuk hidung dan paru-paru. Di depan kelihatan Gie sedang termenung dengan gaya khasnya, duduk dengan lutut kaki terlipat ke dada dan tangan menopang dagu, di tubir kecil sungai kering. Tides dan Wiwiek turun duluan.
Dengan tertawa kecil, Gie menitipkan batu dan daun cemara. Katanya, “Simpan dan berikan kepada kepada ‘kawan-kawan’ batu berasal dari tanah tertinggi di Jawa. Juga hadiahkan daun cemara dari puncak gunung tertinggi di Jawa ini pada cewek-cewek FSUI.” Begitu kira-kira kata-kata terakhirnya, sebelum turun ke perkemahan darurat dekat batas hutan pinus atau situs recopodo (arca purbakala kecil sekitar 400-an meter di bawah Puncak Mahameru).
Di perkemahan darurat yang cuma beratapkan dua lembar ponco (jas hujan tentara), bersama Tides, Wiwiek dan Maman, mereka menunggu datangnya Herman, Freddy, Gie, dan Idhan. Hari makin sore, hujan mulai tipis dan lamat-lamat kelihatan beberapa puncak gunung lainnya. Namun secara berkala, letupan di Jonggringseloko tetap terdengar jelas.
Menjelang senja, tiba-tiba batu kecil berguguran. Freddy muncul sambil memerosotkan tubuhnya yang jangkung. “Gie dan Idhan kecelakaan!” katanya. Tak jelas apakah waktu itu Freddy bilang soal terkena uap racun, atau patah tulang. Mulai panik, mereka berjalan tertatih-tatih ke arah puncak sambil meneriakkan nama Herman, Gie, dan Idhan berkali-kali.
Beberapa saat kemudian, Herman datang sambil mengempaskan diri ke tenda darurat. Dia melapor kepada Tides, kalau Gie dan Idhan sudah meninggal! Kami semua bingung, tak tahu harus berbuat apa, kecuali berharap semoga laporan Herman itu ngaco. Tides sebagai anggota tertua, segera mengatur rencana penyelamatan.
Menjelang maghrib, Tides bersama Wiwiek segera turun gunung, menuju perkemahan pusat di tepian (danau) Ranu Pane, setelah membekali diri dengan dua bungkus mi kering, dua kerat coklat, sepotong kue kacang hijau, dan satu wadah air minum. Tides meminta beberapa rekannya untuk menjaga kesehatan Maman yang masih shock, karena tergelincir dan jatuh berguling ke jurang kecil.
“Cek lagi keadaan Gie dan Idhan yang sebenarnya,” begitu ucap Tides sambil pamit di sore hari yang mulai gelap. Selanjutnya, mereka berempat tidur sekenanya, sambil menahan rembesan udara berhawa dingin, serta tamparan angin yang nyaris membekukan sendi tulang.
Baru keesokan paginya, 17 Desember 1969, mereka yakin kalau Gie dan Idhan sungguh sudah tiada, di tanah tertinggi di Pulau Jawa. Mereka jumpai jasad keduanya sudah kaku. Semalam suntuk mereka lelap berkasur pasir dan batu kecil G. Semeru. Badannya yang dingin, sudah semalaman rebah berselimut kabut malam dan halimun pagi. Mata Gie dan Idhan terkatup kencang serapat katupan bibir birunya. Mereka semua diam dan sedih.
Soe Hok Gie telah menjadi salah satu Dewa yang memuncaki Mahameru, Puncak Abadi Para Dewa.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Mitos Jaman dahulu tentang gunung di ranah Jawa

Bumi Indonesia merupakan jalur Cincin Api [Ring Of Fire], karena itu negeri ini memiliki banyak gunung api baik yang masih aktif ataupun yang sedang “tertidur”, dalam salah satu versi mitologi Jawa Kuno [banyak sekali mitologi tentang gunung-gunung di pulau Jawa, dan setiap versi mempunyai cerita yang berbeda], salah satu versi menyebutkan “Dahulu pulau Jawa merupakan daratan rendah yang terombang ambing di tengah lautan.. kemudian Bathara Guru yang tidak ingin keindahan pulau tersebut tenggelam segera memerintahkan para dewa untuk memindahkan sebuah gunung di India ke Pulau Jawa sebagai penyeimbang.. Gunung tersebut di taruh di Pulau Jawa bagian barat [Gunung Ciremai], namun hal itu menyebabkan pulau Jawa menjadi tidak seimbang atau berat sebelah.. maka di mulai lah ekspedisi para dewa untuk memotong sebagian gunung Ciremai dan memindahkannya ke sisi sebelah timur.. dalam ekspedisi tersebut beberapa tanah yang di angkut para dewa jatuh berceceran dan menjadi gunung – gunung di sepanjang pulau Jawa. puncak gunung itu sendiri akhirnya berhasil dipindahkan ke timur dan menjadi Gunung Semeru..” 
 
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Tanah Jawa tempatnya para Gunung bertebaran!

(ngelirik dari post orang dgn sdikit perubahan)
di pulau jawa terdapat 12 gunung dengan ketinggian diatas 3.000 meter diatas permukaan laut, namun puncak-puncak diatas ketinggian 3.000 mdpl sendiri terdapat lebih dari itu.. misalnya saja gunung Argopuro meimiliki puncak Argopuro dengan ketinggian 3.088 Mdpl dan puncak Rengganis (3.072 Mdpl), atau gunung Arjuno yang memiliki puncak Ogal-agil (3.339 Mdpl), puncak Bukit Kembar I (3.051 Mdpl), dan puncak Bukit Kembar II (3.126 Mdpl), begitu juga gunung – gunung lainnya..
 
Berikut ini adalah daftar gunung di Pulau Jawa dengan ketinggian diatas 3.000 Mdpl
Jawa Timur
  1. Gunung Semeru (3.676 Mdpl)
  2. Gunung Arjuno (3.339 Mdpl)
  3. Gunung Raung (3.332 Mdpl)
  4. Gunung Welirang (3.156 Mdpl)
  5. Gunung Argopuro (3.088 Mdpl)
Jawa Tengah
  1. Gunung Slamet (3.432 Mdpl)
  2. Gunung Sumbing (3.336 Mdpl)
  3. Gunung Lawu (3.265 Mdpl)
  4. Gunung Sindoro (3.150 Mdpl)
  5. Gunung Merbabu (3.145 Mdpl)
Jawa Barat
  1. Gunung Ciremai (3.078 Mdpl)
  2. Gunung Pangrango (3.019 Mdpl)

Saya ini sekolah di Kuningan Jawa Barat, belakang sekolah saya tepat gunung Ceremai yang gagah menjulang tinggi seakan berkata”siapa yang berani mendaki saya?”,Dari jendela kelas,menengok sebentar ke kanan setiap pagi saya terus meneriakkan,”hey, kau gunung di depanku! suatu saat nanti akan ku takhlukan kau! pastinya setelah aku berhasil menakhlukan puncak merbabu beberapa bulan silam. Ini yang namanya impian, mengulir deras bagaikan doa yang tak henti-hentinya terucap keras. Diluar sana banyak orang keren mendahulimu hey, jangan mau tertinggal!

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Nah,yang ini gak kalah serunya kayaknya. yang nulis Ahmad Yunus, saya tahu betul sebelum beliau nulis buku ini, beliau kerap menulis buku-buku yang lain juga, apa ya lupa judul bukunya. ntar deh aku “ubleg-ubleg” dulu buku-buku traveling gue. Mau baca banget yang inii!:3

The Science of Life

Meraba Indonesia Ekspedisi “Gila” Keliling Nusantara. Itu lah judul buku ini. Ditulis oleh Ahmad Yunus, seorang wartzawan berpengalaman. Buku yang memuat kisah perjalanan keliling Indonesia sang penulis bersama seorang wartawan senior, Farid Gaban, selama hampir setahun dengan berkendara motor tua. Perjalanan yang mereka sebut sebagai Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa.

“Mengenal lebih dekat, lebih rekat… Mencintai Indonesia apa adanya”, yang tertulis di sampul buku, memang menjadi tujuan Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa. Tidak hanya pulau-pulau besar yang dijelajahi, namun juga pulau-pulau di batas negeri mereka sambangi. Tidak hanya keindahan alam nusantara yang disaji, namun juga kisah-kisah kehidupan sebenarnya dari para penghuni negeri yang digali. Bersiap berpetualang ketika membaca buku ini. Narasi yang ditulis oleh Ahmad Yunus benar-benar mampu membawa saya ikut ke dalam perjalanan mereka sekaligus berempati dengan kisah-kisah kehidupan yang diceritakan.

Dari Jakarta, pusat segalanya di Indonesia, Ahmad Yunus memulai perjalanannya, melibas Sumatra. Menuju Lampung, menyeberang ke Enggano, bergerak ke Bukit Tinggi…

View original post 426 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

ini buku yang must read! top banget dah. Pokoknyaa aku belum nemu buku inii, tapi udah baca yang keduanya. Penasaran banget sama yang pertama, good reads lah pokoknya!:)

blog

Rank : 6 out of 10 stars [some of that story is great!]
Title : The Journey
Author : Adhitya MulyaOkke ‘Sepatumerah’Raditya DikaTrinityWindy AriestantyValiant BudiWinna EfendiVe Handojo , Alexander Thian,Farida SusantyFerdiriva HamzahGama Harjono
Page : 254 pages
Published : Gagas Media
Year : 2011
Category : Books
Genre : Non-Fiction, Journey, Traveling

Beberapa bulan yang lalu saya melakukan pakansi ke Pulau Tidung bersama kawan-kawan. Sebuah liburan yang tak terlupakan. Acara reuni kecil-kecilan sambil belajar bersnorkeling di antara Pulau-Pulau di Utara Jakarta. Sungguh mengasyikkan.

Berlibur, atau bertamasya, atau apapun namanya, adalah sebuah kegiatan yang sangat mengasyikkan. Lebih mengasyikkan lagi jika orang-orang di sekitar kita bisa merasakan kebahagiaan kita saat kita ceritakan liburan yang kita jalani itu. Namun begitu, tidak setiap orang bisa membuat cerita yang menakjubkan, semenakjubkan perjalanannya. Adalah…

View original post 777 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.